FALLACIES (SESAT PIKIR) Nomor 1

by. Gustom

Logika yang meloncat (jumping to logical conclusion)

Adalah argumen yang didasarkan pada fakta yang belum terbuktikan (argumen 1), namun dicarikan argumen dari teori atau pendapat yang relatif tidak dipertanyakan (argumen2,3,dst). Seringkali argumen (fakta pokok) tidak berhubungan dengan teori/keterangan penjelas. Artinya beragam penjelasan logis baru dikembangkan dengan berdasarkan pada (suatu yang dianggap) fakta, namun berangkat dari fakta yang belum terbuktikan. Sehingga teori atau kesimpulan 2 menjadi tidak berlaku untuk kasus ketika argumen 1 tidak terbuktikan. Namun seringkali teori penjelas berangkat dari hal-hal yang secara normatif dianggap benar, atau kebenarannya seringkali tidak dipertanyakan (aksioma). Kesimpulannya adalah argumen 2,3 dan 4 yang relatif benar tidak secara otomatis membuat argumen 1 menjadi benar. Jadi hindari mendiskusikan teorinya, jika fakta yang diteorikan belum jelas.

Metode penggunaan :

Dikembangkan untuk membangun teori dari sebuah fenomena, misalnya:

Contoh 1, dalam kasus keseharian :

Argumen 1          : Ida adalah seorang perempuan (kemungkinan)

Argumen 2          : Dapat disimpulkan dari namanya dan pakaiannya (perpektif secara umum)

Fakta aktual         : Ida adalah seorang laki-laki

———————————————————

Kesimpulan          : Jadi kesimpulan atau teori 2 gugur dalam kasus Ida

 

Contoh 2 , dalam kasus supranatural:

Argumen 1          : Santet adalah memindahkan benda dari satu tempat ketempat yang lain tanpa melakukan aktifitas fisik (kemungkinan).

Argumen 2          : Secara teori perpindahan benda terjadi karena ada hukum dematerialisasi dalam konsep fisika. (perspektif teori fisika)

Fakta aktual         : Memindahkan barang dari satu tempat ke tempat yang lain tidak terbuktikan dalam tes yang dilakukan oleh IRIs.

————————————————————

Kesimpulan          : Jadi kesimpulan/teori 2 gugur untuk kasus santet.

 

Contoh 3, dalam kasus marketing dan pseudoscience:

Sumber : http://www.gmc-geniusmind.com/2010-10-20-16-02-27/19-2010-10-21-04-21-00/148-dikusi-pakar.html

Argumen 1 : Aktivasi otak tengah, bisa membuat anak bisa meningkatkan kecerdasan, salah satu buktinya dapat melihat dengan mata tertutup (Blindfold reading)

Argumen 2   : Menurut dr. Taufiq Pasiak memaparkan tentang dahsyatnya kemampuan otak manusia yang tidak hanya sekedar berhubungan dengan kejeniusan dan rasionalitas, tapi ada sisi spiritual dan emotion juga. à (perspektif teori neurologi)

Argumen 3    : Menurut dr. Jofizal, fungsi mata sebagai indera penglihatan dapat digantikan oleh indera yang lain. (perspektif teori biologi)

Argumen 4    : Menurut dr. Adre Mayza, Sp.S(K) pendekatan stimulasi otak yang dilakukan oleh GMC, adalah pendekatan yang tepat dalam problematika  intelegensia, pembelajaran deklaratif & non deklaratif, dominasi otak, tipe belajar dan proses kognitif, proses peningkatan kecerdasan berdasarkan fungsi otak (perspektif teori psikologi).

Fakta            : Dalam semua tes yang terkondisikan oleh IRIs, kemampuan melihat dengan mata tertutup (blindreading) tidak pernah terbuktikan, termasuk anak GMC.

————————————————————-

Kesimpulan : Jadi teori 2,3 dan 4 gugur untuk kasus GMC.

 

pelajaran berharga:

Kalau “fakta” yang diteorikan belum terbukti, maka jangan dilanjutkan dengan mendiskusikan teori untuk menjelaskan “fakta yang belum diklarifikasi itu”. Karena akan terjebak pada kesalahan logical jumping, dimana ARGUMEN ATAU TEORI TERBAIK SEKALIPUN TIDAK SERTA MERTA MEMBUAT “PERISTIWA” YANG MASIH DIRAGUKAN KEBENARANNYA MENJADI OTOMATIS BENAR. pesan ini hendaknya menjadi rujukan para “pakar” atau ‘ahli” dalam mengklarifikasi fenomena super-normal. Jadi, sebelum menteorikan bagaimana otak tengah bekerja, yang perlu dilakukan adalah membuktikan apakah klaim AOT untuk membaca dengan mata tertutup memang benar.

source :

http://www.facebook.com/notes/iris-indonesian-rationalist-society/sesat-pikir-nomor-1/10150089320171693

3 Tanggapan

  1. Dear, saudar Akhmad
    dr. Taufiq Pasiak seorang Dokter yang telah melakukan penelitian mengenai Otak sejak 1995 dia cukup berkompeten untuk mengajukan argumen 2 tsb. maaf, saya bisa memahami kalau saudara Akhmad bangga dengan basic psikologi yang dimiliki, dan sangat ingin menunjukkan pada dunia kalau sangat rasional. Tetapi apakah itu yang membuat anda membuat tulisan2 yang menentang berbagai hal Pseudosicence(Tenaga Dalam, MidBrain)?
    Ini kesimpulan dan saran saya:
    1. Tulisan anda selama ini lebih menunjukkan kalo anda ini hebat…maksudnya seperti ingin mengatakan pada semua orang :”Hey, saya ini rasionalis lho, hebat kan? nah untuk buktikan kalo saya rasionalis saya akan menentang semua Psedoscience. saya juga ngerti psikologi lho, jadi saya punya legitimasi untuk bilang kalo TD,MidBrain dll itu palsu.ha ha ha dasar Bego”
    Sekali lagi apa tujuan anda, coba tanyakan lagi pada diri sendiri. Kalo tujuan untuk menyadarkan masyarakat, cara itu akan sulit berhasil, karena hanya akan semakin memperkuat keyakinannya. Kira2 apa yang terjadi jika kita mengingatkan orang lain tetapi dengan mengejeknya/menghina lebih dahulu?
    2. Saran saya jika memang benar-benar bertujuan untuk mengingatkan/menasehati/menyadarkan bukan untuk kepuasan ego, gunakan cara-cara yang rasional-intelektual/ilmiah-Etika. misalnya:
    1. Buat penelitian yang ilmiah disertai tools yang mendukung dan dibukukan. Jangan copas Link situs.
    2. Lawan seminar dengan seminar, MIsalnya”Seminar Memasyarakatkan Rasionalitas Pikir dalam dunia pendidikan: mempertanyakan keilmiahan Aktivasi Otak Tengah”
    Ini akan lebih menarik orang untuk tahu dan belajar. Dan ada plus-nya kepuasan untuk menunjukkan Eksistensi diri bahwa anda orang yang rasional otomatis terpenuhi.
    Mudah2an saudara Akhmad termasuk golongan yang Kedua, yaitu Murni untuk menasehati. Salam Persahabatan:)
    Adhi Wardhana

  2. Salam.
    Saya ingin mengingatkan sdr Ardhi.
    Kalo semua orang indonesia berfikir formil seperti
    anda. JADUL KAlee.

    Jika masalah ini ada di USA apakah saya harus datang ke seminar di AMRIK

    Ini salah satu fungsinya website, sambil ngopi di rumah dapat informasi.

    OON ..OON…

  3. Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah ada, sekurangnya secara implisit, dalam premis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: