SURAT PERNYATAAN Ir. Sono Puspahadi, MM ke TVONE

Kepada Yth.

Produser Acara Live News Kabar Petang

PT. Lativi Media Karya (TV One)

Jl. Rawa Terate II No.2
Kawasan Industri Pulo Gadung

Jakarta 13260

Dengan hormat,

Bersama ini saya (Ir. Sono Puspahadi, MM) ingin
menginformasikan bahwa Acara Live News Kabar Petang (Aktivasi Otak Tengah, Strategi atau Muslihat?) yang saya tonton pada tanggal 21 Agustus 2010 pukul  17.30-19.00 terdapat berbagai kejanggalan. Kejanggalan-kejanggalan tersebut
antara lain :


1. Nara sumber dalam hal ini dr. Silvia F. Lumempow, SpS(K) (dokter ahli saraf Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) bukan merupakan tokoh yang menentang GMC (Genius Mind Consultancy). Tokoh yang jelas-jelas sejak awal dan pertama kali merupakan penentang GMC adalah dr. Arman Yurisaldi Saleh, MS, SpS, dimana dr. Arman jauh …lebih sesuai sebagai tokoh yang diundang oleh TV One untuk mewakili pihak penentang GMC.

2. dr. Silvia F. Lumempow, SpS(K) ternyata merupakan tokoh yang sangat mendukung GMC (Genius Mind Consultancy). Hal ini terbukti dari testimoni / kesaksian dari dr. Silvia F. Lumempow, SpS(K) pada buku yang berjudul : “AJAIBNYA OTAK TENGAH”, buku ini diterbitkan oleh penerbit KATAHATI, …Jl. Anggrek 126 Sambilegi Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jogjakarta dengan nomor ISBN : 978-979-25-4-4745-0. Kalimat testimoni dari dr. Silvia F. Lumempow, SpS(K) ini berbunyi sebagai berikut : “Aktivasi Otak Tengah adalah suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak.” Berikut pada lampiran adalah buku “AJAIBNYA OTAK TENGAH” untuk membuktikan bahwa dr. Silvia F. Lumempow, SpS(K) adalah tokoh yang pro / mendukung GMC.

3. Acara Live News Kabar Petang pada 21 Agustus 2010 dengan tema “KONTROVERSI AKTIVASI OTAK TENGAH ANAK, STRATEGI ATAU MUSLIHAT” pada dasarnya adalah memperlihatkan kepada publik televisi bahwa ada dua pihak yang berseberangan (pro dan kontra) terhadap Aktivasi Otak Tengah Anak dimana dr. Silvia F. Lumempow, SpS(K) mer…upakan pihak yang dianggap TV One mewakili pihak kontra terhadap Aktivasi Otak Tengah Anak dan GMC merupakan pihak yang pro terhadap Aktivasi Otak Tengah Anak. Dengan memperhatikan lampiran (buku) terbukti bahwa dr. Silvia F. Lumempow, SpS(K) adalah pihak yang justru pro (mendukung) Aktivasi Otak Tengah Anak.

‎4. Memperhatikan alasan kejanggalan No. 3 di atas, saya mempertanyakan apakah pihak TV One memang benar-benar berniat mengangkat tema Aktivasi Otak Tengah Anak dengan menampilkan pihak yang pro dan pihak yang kontra. Karena pada kenyataannya dr. Silvia F. Lumempow, SpS(K) terbukti merupakan pihak yang pro terhadap AktivasiOtak Tengah Anak, sementara pihak GMC jelas-jelas merupakan pihak yang pro juga terhadap Aktivasi Otak Tengan Anak. Jadi, dalam Acara Live Show itu sebenarnya / sejatinya tidak ada pihak yang kontra terhadap Aktivasi Otak Tengah Anak, dengan mengasumsikan Kak Seto (KOMNAS Perlindungan Anak) sebagai pihak yang netral

5. dr. Arman Yurisaldi Saleh, MS, SpS sebagai pengarang buku yang berjudul “MENGUNGKAP MISTERI OTAK TENGAH” (National Best Seller) sebenarnya jauh lebih pantas ditampilkan sebagai narasumber pada acara Live Show 21 Agustus 2010, karena dalam bukunya dr. Arman Yurisaldi Saleh, MS, SpS menegaskan bahwa TIDAK direkomendasi…kan
acara Aktivasi Otak Tengah ini dengan pemikiran yang logis, tegas, praktis dan ilmiah berbeda dengan dr. Silvia F. Lumempow, SpS(K) yang cenderung tidak tegas, berbelit-belit dan tidak menghasilkan suatu kesimpulan yang bisa dijadikan pegangan bagi para orang tua anak. dr. Arman Yurisaldi Saleh, MS, SpS juga merupakan kandidat doctoral FKUI Ilmu Kedokteran dan Kesehatan dengan reputsi wawancara dengan aneka majalah dan tabloid serta website yang jauh lebih layak dibandingkan dr. Silvia F. Lumempow, SpS(K).

Demikian surat keluhan ini saya sampaikan beserta lampiran fotocopy KTP saya. Semoga pihak Produser Live News Kabar Petang TV One dapat menindaklanjutinya. Supaya menghadiri acara yang benar-benar memberi pencerahan kepada khalayak.

Hormat kami,
Bogor, 24 Agustus 2010


Ir. Sono Puspahadi,
MM

8 Tanggapan

  1. waaaaaahhh ada yg bantuin orgtua menjadi cerdas ,,, bagus lah ,,

    jgn asal jual dgn istilah “” sayang anak sayang anak”” malah kobrban makin banyak saja

    • Saya dan beberapa teman sudah pernah menguji langsung seorang anak yang telah diaktivasi dan katanya bisa membaca dengan mata tertutup. Kami melakukan pengujian di depan orang tua yang membangga-banggakannya. Awalnya agak meyakinkan. Bisa baca. Namun saya dan beberapa orang teman agak curiga dengan gayanya. Sebelum membaca, si anak tersebut agak mendongakkan kepalanya dan pura-pura menaruh tangannya di atas huruf yang sedang (akan) dibaca. Tampaknya, si anak tersebut berusaha mengintip dari celah sempit di dari kain penutup yang di dekat bagian batang hidungnya. Karena curiga, kami lalu melakban celah tadi. Apa yang terjadi???? Seketika si anak seperti ayam plongo, tidak bisa membaca sama sekali. Ketika dicecar pertanyaan, ia mengaku membaca dari celah tadi. makanya ia perlu mendongakkan kepalanya. Yang mengherankan, orangtuanya tetap berkeyakinan, anaknya dapat membaca dengan mata tertutup. “Tadi di rumah bisa,” katanya. Malah ada kesan, seolah-olah kami telah menghilangkan “kesaktian” anaknya.
      Kasihan sekali. Si anak sudah berusaha jujur, tetapi malah orangtua memaksa dia berbohong. Jika benar bahwa si anak tersebut diajari berbohong, betapa besar kerusakan yang ditimbulkannya pada generasi muda kita. Pertanyaaan saya sederhana. sekiranyapun benar- ?????- , untuk apa kita memiliki keahlian membaca dengan mata tertutup? Bukankah Tuhan menciptakan mata untuk melihat? Ini saja sudah bertentangan dengan hukum alam dan hukum penciptaan. Jangan-jangan si anak itu akan berubah menjadi penjudi ulung di genting higland sana, karena sudah ahli menebak kartu lawan. Tapi saya tidak tahu dengan anak-anak lain yang juga telah diaktivasi, apakah dapat membaca beneran. karena yang saat itu diuji hanya satu anak. Pesan saya hanya satu, orangtua perlu hati-hati memilih sarana atau media yang tepat bagi pendidikan anaknya. Kalau keliru, alih-alih anak menjadi cerdas, malah mentalnya menjadi rusak. Kata orang bijak, teliti sebelum membeli.

  2. Ajaning GMC .. gw pengen nantang masternya sekalian .. biar OTAK tengahnya retak …
    TOLOT GMC … GOBLOK semua trainersnya .. TOLOL yang ngadain acaranya ….

  3. GMC sebaiknya membuktikan secara ilmiah supaya nggak ada keslah fahaman lagi.. Kalo memang bersalah ya harus siapa dengan konsekuensinya.
    Tapi kalo memang benar,ya harus tegas dan berani membuktikan
    Mari kita tunggu

  4. Satu lagi bukti tak terbantahkan bahwa dokter silvia adalah PENDUKUNG SEJATI OTAK TENGAH:

    “Menurut dokter ahli saraf Rumahsakit Cipto Mangunkusumo, jakarta, Silvia F. Lemempow, teori penggunaan otak tengah banyak dilakukan di Rusia, dan mulai berkembang di jepang sejak 40 tahun silam. Latihan ini dipraktekkan di Malaysia sejak 5 tahun lalu dan masuk ke Indonesia menjelang 2009.” (Majalah Tempo 12 April 2010)

  5. Saya sudah membaca buku Otak Tengahnya Hartono Sangkanparan yang punya GMC dan dr Arman Yusrialdi. Sebagai pelatih SIXTH SENSE juga PSIKOTRANSMITER (Telepati) saya percaya otak manusia sangat luar biasa. Saya telah melatih puluhan orang dibidang pemberdayaan pikiran. Banyak hal yang kita pikir supranatural ternyata otak bisa melakukannya. Semula saya meragukan ilmu Subjective Communicationnya Jose Silva dan JB Rhine ttg ESP, tapi setelah saya mempraktekkannya hasilnya sangat luar bisa. Bahkan siswa saya berhasil mentelepati calon wakil presiden dan 4 menteri.
    Saya percaya GMC bisa melakukannya. Tapi saya tidak percaya bisa 100%. Marketing GMC sendiri pernah bilang kalau yang bisa teraktivasi kurang dari 20%. Tapi saya percaya bisa walau anak saya sendiri tidak bisa.
    Saya sudah menulis komentar saya tentang ini di face book http://www.facebook.com/note.php?created&&note_id=491526096100#!/note.php?note_id=491526096100&fbb=r7fb60f2d&refid=0&m_sess=1v9YU2-PWSJqf9H

    Saya sangat mendukung dokter Yusrialdi, tapi saya tidak setuju juga karena terlalu ekstrim. Kalau dipertanyakan, apakah ada pekerjaan yang membutuhkan kemampuan seperti hasil aktivasi otak tengah… tentu saja tidak. Tapi faktanya memang ada anak yang bisa melihat dengan mata ditutup. Saya sudah mengujinya memang ada yang bisa. Saya telah mengikuti beberapa pelatihan dan menguji pelatihan yang mengaktivasi (lebih tepat optimalisasi) otak bagian tengah (bukan otak tengah). Dr arman terlalu ekstrem… Awalnya dunai kedokteran juga tidak mengakui adanya titik meridien pada akupunktur pada diri manusia. Tapi kemudian ilmu kedokteran mengakui ada 30 dari 360 meridien yang diakui Timur. Belakangan fakultas kedokteran (tahun 2005 mulai meyakini ilmu akupunktur untuk mendampingi ilmu kedokteran) Bahkan kini telah menjadi pelajaran wajib bagi mahasiswa kedokteran. Walau masih malu-malu dan sembunyi-sembuni membuka praktek akupunktur selain kedokteran, faktanya banyak dokter yang kini membuka praktek akupunktur selain klinik. Kenapa harus malu.
    Yang perlu dipersoalkan adalah promosi GMC dan lembaga aktivasi otak tengah yang berhasil memperdaya banyak orang tua, bahwa semua otak anak bisa diaktivasi.
    http://www.alfateta.com.

  6. OTAK TENGAH ? Jenius dalam waktu singkat ? Bisa meliht menembus tembok ? sangat terkesan penipuan bagi saya !

  7. sebetulnya membaca dg mata tertutup adalah trik sulap.
    semua magician pasti tahu ini…!

    dan saya juga termasuk resah dg hal ini;
    karena ini sudah masuk area pembohongan publik.
    tidak ada korelasi kecerdasan dg membaca tertutup.

    Lebih baik ikut Magic school aja;
    pasti anak anda lebih “hebat”
    sakti tanpa mantra dan bisa dilogika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: