Jun Kimura dan Genius Mind Consultancy

Ditulis Oleh Himawan Sutanto di sini

Pada hari Sabtu, 21 Agustus 2010, TVOne menayangkan program yang mengedepankan program aktivasi midbrain dari Genius Mind Consultancy Bandung. Pada program itu, representatif dari GMC Bandung mengakui bahwa program mereka telah divalidasi oleh seorang neurolog terkemuka bernama Jun Kimura. Klaim bahwa otak tengah bisa diaktivasi melalui program mereka telah divalidasi oleh seorang tokoh neurolog menarik perhatian saya. Setelah program itu berakhir, saya kemudian mengkontak rekan saya Prof. Jun Kimura, M.D., seorang neurolog terkemuka di Amerika Serikat yang pernah menduduki posisi presiden asosiasi neurologi internasional. Prof. Jun ini juga adalah satu-satunya neurolog yang bernama Jun Kimura yang dikenal oleh paman Google.

Berikut adalah email yang saya kirimkan:

Dear Prof. Jun Kimura,

On this day, August 21, 2010, I saw a news program on TVOne (
Website: http://www.tvone.co.id/ ) about a child brian training method that has
been quite popular in Bandung quite recently. The company claims that their
method activates the midbrain and to an extent, allows children to read, and
ride bicycles while completely blindfolded. The Neurologist expert on TV claims
that scientifically this is impossible unless trickery is involved. However the
representative from Genius Mind Consultancy,
(website: http://www.gmcbandung.com/ ) claims that their method has been studied
by Professor Jun Kimura. A Japanese neurologist living in the US. I can’t seem
to find any other Jun Kimura living in the states that is a neurologist.

I wonder if you are the person they have contacted to validate the Genius Mind
midbrain activation method. If so, I wonder if you can verify this? I am curious
as to a scientific explanation for the activated capabilities that they claim to
be able to activate.

Thank you for your kind attention.

Sincerely,
Himawan Sutanto

Dan dalam waktu singkat, Prof. Jun Kimura pun dengan sigap membalas email saya sedemikian:

Dear Dr. Sutanto:

Thank you for this inquiry.  I have nothing to do with “Midbrain Activation” method, and I am not in position to validate it.  If the company is using my name, they are doing so without my knowledge or consent, which I regret deeply.

I do come to Jakarta to discuss, with my neurology friends, clinical electrophysiology used as a diagnostic tests for neuromuscular disorders, which has nothing to do with the ‘training’ you are talking about. I hope this clarify the situation for you.  All best wishes,  Jun Kimura

Pada dasarnya Genius Mind Consultancy telah mencatut nama Prof. Jun Kimura untuk mendorong penjualan produknya dan hal ini sangat disayangkan oleh Prof. Jun Kimura.

Setelah secara singkat mengamati program GMC yang ditayangkan TVOne, saya bisa menyimpulkan bahwa permainan menaiki sepeda sambil ditutup mata dilakukan oleh anak-anak tidak lebih fasih dibandingkan seorang anak yang menaiki sepeda sambil ditutup matanya. Dengan cukup instruksi dan pelatihan diulang berkali-kali, posisi rintangan pun bisa cukup dihafalkan dan anak bisa melaluinya dengan lincah. Perhatikan bahwa penunggang sepeda yang paling fasih pun tidak bisa melalui rintangan secepat penunggang sepeda yang menggunakan matanya.

Kesimpulan sementara saya tentang Genius Mind Consultancy adalah ini adalah sebuah organisasi scam yang menjual barang murah dengan harga tinggi. Harga 3.5 juta bukanlah sebuah angka yang kecil. Tentunya semua orang tua yang mengeluarkan uang senilai ini mengharapkan return on investment yang tinggi pula. Sebuah cognitive bias yang dikenal di psikologi adalah bahwa semakin tingginya harga yang dibayarkan untuk suatu produk/jasa, anda akan semakin merasionalisasi pembelian tersebut, dan akibatnya, karena tingginya investasi moneter, kognitif, dan mental yang diinvestasikan pada pembelian tersebut, anda akan lebih menyukai investasi tersebut. Apalagi kalau ternyata investasi itu adalah investasi palsu, ada tendensi beberapa orang untuk merasionalisasi dan melindungi diri dari kemaluan karena tertipu, sehingga kemana-mana mereka yang telah melakukan pembelian tersebut akan mempromosikan pembelian tersebut secara positif. Maka dari itu, menanyakan pada orang-orang yang telah mengambil produk GMC akan selalu bias terhadap nilai positif palsu produk tersebut.

5 Tanggapan

  1. Apakah betul di acara tv one tertanggal 21 Agustus itu ada disebutkan nama Jun Kimura?!?
    Saya rasa ini merupakan penipuan juga, karena saya memiliki rekaman berita tv one pada tanggal itu, dan setelah saya dengar dengan baik” ternyata tidak ada nama Jun Kimura dalam berita itu . .

    • Saya tidak sempat menonton acara TVOne yang sangat menarik tersebut. Tetapi saya haya ingin share mengenai pendapat saya tentang pelatihan otak tengah. Saya sendiri memang tidak tahu bagian mana dari otak yang diaktivasi, karena saya mencari-cari artikel ttg mesencephalon dan kelihatannya bagian otak tsb tidak ada hubungannya dengan peningkatan konsentrasi dan memori. Jadi saya pikir klaim dari salah satu tempat pelatihan otak (tengah) bahwa kemampuan bfr itu muncul dari mesensephalon adalah salah besar. Juga klaim bahwa pelatihan otak (tengah) bisa membuat anak jadi jenius tidaklah benar juga. Apa sih arti jenius itu? Kalau dari pendapat umum, jenius itu berarti punya IQ yang sangat tinggi dan nilai-nilai di sekolahnya selalu dapat 100. Namun mungkin perlu dijelaskan oleh GMC apa yang mereka maksud dengan jenius itu agar tidak timbul mispersepsi.
      Tetapi saya yakin memang ada bagian otak yang teraktivasikan dan menyebabkan anak bisa melakukan bfr dan hasil dari aktivasi tsb membuat anak lebih pintar (tetapi bukan mejadi jenius seketika), konsentrasi belajar menjadi lebih baik, dan memiliki emosi yang lebih baik. Karena saya sudah merasakan hasil tersebut pada kedua anak saya.
      Kebetulan kedua anak saya sudah ikut aktivasi (bukan di GMC), dan keduanya sudah bisa bfr (menurut saya, terserah kalau orang lain tidak percaya). Anak saya memakai penutup mata yang saya buat sendiri berbentuk kacamata tidur, dan mereka tidak pernah membaca dengan buku diletakkan di posisi bawah, tetapi buku dibaca sejajar mata. Tetapi bukan hasil bfr ini yang menggembirakan saya.
      Anak saya, terutama yang bungsu, menjadi jauh lebih terkontrol emosinya, prestasi sekolahnya (terutama di pelajaran matematika yang paling dia takuti dan selalu mendapatkan nilai jelek) sekarang nilainya lumayan bagus (berkisar 60-80, tidak pernah dapat di bawah 60 lagi), dan lebih percaya diri. Walaupun tentu saja nilai 60-80 bukanlah prestasi jenius, namun sebagai orangtua, saya sudah sangat bersyukur dengan perbaikan ini (kebetulan kalau yg sulung memang tidak ada kendala dalam sekolahnya). Juga kedua anak saya yang dulu hampir setiap saat bertengkar dan suka main pukul, sekarang ini mereka jarang sekali bertengkar, malah kelihatan care satu dengan yang lainnya. Kalaupun suatu saat bertengkar, sudah tidak pernah pukul2an lagi, paling hanya saling ngotot saja. Wajarlah namanya masih anak-anak. Oya, keponakan saya yang juga sudah ikut aktivasi, ketika saya tanya apa ada perbedaan dalam belajar, dia menjawab sekarang dia merasa lebih mudah dan cepat dalam menghafal dan matematika.
      Jadi terlepas klaim secara medis yang salah sehingga banyak menimbulkan kontroversi, tetapi buat saya pribadi, hasil aktivasi otak (saya tidak mau menyebut otak tengah lagi, karena belum tentu yang diaktivasi adalah otak tengahnya) adalah positif untuk anak. Mungkin tidak semua anak bisa memperoleh hasil yang sama, karena segala sesuatu yg berhubungan dengan manusia tidak ada yang pernah bisa equal hasilnya untuk tiap inividu.
      Anak-anak yg bersekolah di sekolah yg sama dengan guru dan materi pelajaran yg sama juga bisa memperoleh hasil yg berbeda. Orang yang sakit kanker misalnya, diobati dengan metode A bisa sembuh, sementara penderita lain diobati dengan metode yang sama ternyata gagal. Untuk individu-individu yang gagal, tidak berarti bahwa metodenya yang salah, tetapi karena memang hasilnya sangat variatif tergantung dari individu masing-masing.
      Buat saya pribadi, semestinya penemuan-penemuan baru, walaupun secara medis belum bisa dijelaskan dengan tepat karena penelitiannya belum ada, jangan langsung divonis pasti tipuan. Kasihan para orangtua yang semestinya bisa mendapatkan manfaat aktivasi otak bagi anak-anaknya tetapi melewatkan kesempatan tsb karena terpengaruh oleh kontroversi ini. Apa tidak lebih baik dilihat saja resultnya dengan pikiran terbuka, jangan dipenuhi dengan syak wasangka dulu. Karena syak wasangka akan memblokir seluruh fakta yang terlihat (misalnya anak yang bener-bener bisa membaca dengan mata tertutup juga dituduh mengintip, kan kasihan anaknya).
      Saya ingat dulu, sewaktu jamu-jamuan dan akupunktur belum diakui dunia kedokteran, juga banyak timbul pertentangan. Tetapi setelah adanya hasil yang nyata dalam pengobatan akupunktur dan jamu-jamuan (tentunya setelah lewat beberapa tahun), barulah dunia kedokteran mempelajarinya dan sekarang malah sudah banyak diterapkan sebagai pendamping pengobatan medis.
      Jadi, walaupun saya juga tidak setuju dengan klaim GMC bahwa otak yang diaktivasi adalah mesencephalon, dan saya juga tidak setuju dengan klaim bahwa dengan ikut aktivasi otak tengah anak bisa jadi jenius (berdasarkan apa yg sudah saya jelaskan di atas), tetapi saya percaya aktivasi otak memang memberikan hasil yang positif.
      Dan satu hal lagi. Menurut saya, anak-anak yang disuruh melakukan tes mata tertutup dalam keadaan stress (dicurigai, merasa diteror secara mental (dimarahi, merasa ditekan,dlsb), merasa tidak nyaman, atau sedang sakit) akan bisa “menutup” sementara kemampuan bfr-nya. Mereka yang sudah berhasil bfr, hanya bisa melakukannya jika mereka merasa nyaman secara emosional. Mungkin hal ini disebabkan kemampuan ini ada hubungannya dengan otak kanan yang tidak tahan stress. Namun ini hanya perkiraan saya saja, karena saya bukan ahli otak atau syaraf.
      Demikian opini saya. Mungkin ada yang setuju, mungkin tidak setuju, semua bebas berpendapat. Sekarang saya rajin melatih anak saya bfr di rumah seminggu 2-3x untuk menjaga agar kemampuan ini tidak hilang dan kalau bisa malah meningkat. Bukan untuk gaya2an bisa seperti Deddy Corbuzier, tetapi untuk menjaga dan meningkatkan perbaikan2 prestasi belajar dan perbaikan emosional yang sudah ada.
      Sebagai penutup, boleh dilihat “the boy who sees without eyes” di youtube. cerita tentang anak buta yang juga bisa “melihat” tanpa mata, tetapi tentu saja bukan karena ikut aktivasi otak. Bisa main skateboard di jalanan tanpa menabrak. Kira-kira dia memakai apa? Kalau tidak salah melalui pendengarannya. Tetapi jika obyeknya diam (mobil yg diparkir misalnya), bisa juga terdeteksi. Pasti ada semacam gelombang yang dikeluarkan dan ditangkap lagi oleh otak si anak sehingga bisa jadi semacam alat navigasi. Pertanyaannya, bagian otak mana yang bisa mendeteksi itu?

      • Ibu Hanna bisa share ngga tempat latihan aktivasi anak2 ibu dimana? supaya ngga salah pilih lembaganya nih…trims…

  2. Kepada Yth, Perdana Akhmad S.Psi

    Hari ini saya menerima sebuah surat dari Prof. Jun yang mengatakan bahwa ia telah menerima begitu banyak email yang meminta penjelasan tentang pengaktifan otak tengah dari GMC. Dia menyatakan bahwa dia sama sekali tidak tahu menahu mengenai metode aktivasi otak tengah ini dan banyaknya pertanyaan yang dilayangkan kepadanya menjadi sangat mengganggunya. Maka dari itu ia meminta dengan hormat untuk menghapuskan blog post yang satu ini.

    Terima Kasih.

    PS> bilamana diperlukan, surat asli dari Prof. bisa saya forward kepada admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: